Senin, 12 Oktober 2015

METODE BLASTING

METODE BLASTING

            Proses pembersihan terhadap benda-benda kerja yang dihasilkan melalui proses pengecoran terutama benda kerja yang dibentuk melalui cetakan pasir diperlukan metoda-metoda khusus selain pembersihan secara manual atau menggunakan alat bantu mekanik dan power tool seperti sikat, gerinda, ampelas yang digerakkan dengan tenaga listrik atau pneumatic. Tentu saja alat-alat ini memiliki keterbatasan terutama pada mekanismenya yang tidak memungkinkan untuk selalu dapat menjangkau bagian-bagian yang rumit dari kontur benda kerja tertentu
Blasting
            Blasting adalah proses pembersihan permukaan material dengan menggunakan sistem penyemprotan udara bertekanan tinggi dengan berbagai media seperti pasir,air,dan lain-lain. Blasting dapat dikategorikan sebagai surface treatment yang banyak di aplikasikan pada dunia keteknikan seperti pada pembuatan kapal, maintenance system perpipaan, maintenance peralatan/mesin-mesin fluida dan lain-lain. Skema pengerjaan dari system blasting ini tidak ada perbedaan, yakni seperti digambarkan pada illustrasi gambar berikut.


Jenis-Jenis Proses Blasting
1.         Sand Blasting
            Sand blasting ialah metoda pembersihan permukaan dengan menyemprotkan pasir oleh udara yang bertekanan antara 6 – 7 kg/Cm2 kepermukaan benda kerja tekanan udara ini diperoleh dari air Compressor untuk menekan pasir yang ditempatkan didalam tabung melaui slang. Dengan penyemprotan ini semua partikel yang menempel pada casting akan terlepas sehingga permukaan casting menjadi bersih dengan bentuk permukaan yang agak kasar


2.         Grit Blasting
            Grit blasting ialah cara pembersihan permukaan dengan menyemprotkan bijih besi atau butiran partikel besi yang tajam. Prosesnya seperti yang dilakukan pada sand blasting namun karena media yang disemprotkannya berbeda maka akan menghasilkan kualitas permukaan yang lebih baik dan tidak menghasilkan debu yang mengkontaminasi permukaan seperti yang terjadi pada Sand Blasting.

3.         Wet Blasting atau wet abrasive blasting (penyemprotan basah)
            Prosesnya sama seperti pada sand blasting dan grit blasting akan tetapi pada prose ini penyemprotan pasir yang dicampur dengan air serta unsur additive sebagai bahan pencegahan (inhibitor). Wet Blasting digunakan pada daerah pekerjaan dimana tidak dibolehkan terjadi percikan abunga api (spark), misalnya proses area/ chemical area. Untuk wet blasting ini secara skematik dapat dilihat pada gambar berikut.

Water Injection method
Adapun keuntungan dari wetsandblasting dibanding dengan sandblasting adalah:
a. Berkurangnya tingkat polusi debu (dust dan debris) karena terbawa oleh air yang menyertai abrasive material.
b. Menekan (me-reduce) percikan api akibat benturan grit dengan metal pada saat proses blasting berlangsung.
Wet blasting ini banyak digunakan dalam operasi blasting/painting di areal pabrik dimana total shutdown biasanya tidak dapat dilakukan. Atau area dimana fire/dust restrictions sangat tinggi (daerah proses, daerah yg berdekatan dengan instrumen yang peka debu atau diarea yang mudah terbakar).
Selain jenis di atas ada jenis lain seperti dry ice blasting, bead blasting dan soda blasting. Pada prinsipnya metode tersebut mirip dengan sandblasting dan wetblasting di mana suatu media didorong dengan aliran udara bertekanan tinggi (atau gas inert lainnya) untuk menghantam permukaan yang akan dibersihkan.

Tujuan Blasting
Adapun tujuan dilakukannya proses blasting adalah :

  1. Membersihkan permukaan material (besi) dari kontaminasi seperti karat,   tanah, minyak, cat, garam dan lainnya.
  2. Mengupas cat lama yang sudah rusak atau pudar.
  3. Membuat profile (kekasaran) pada permukaan metal sehingga cat lebih melekat.
Sumber Referensi :
http://www.sandblasting.co.id/sandblasting.html

Selasa, 13 Januari 2015

PENGERTIAN PIPELINING DAN RISC

1. PIPELINING.

Pengertian pipelining, pipelining yaitu suatu cara yang digunakan untuk melakukan sejumlah kerja secara bersama tetapi dalam tahap yang berbeda yang dialirkan secara kontinu pada unit pemrosesan. Dengan cara ini, maka unit pemrosesan selalu bekerja.

Teknik pipeline ini dapat diterapkan pada berbagai tingkatan dalam sistemkomputer. Bisa pada level yang tinggi, misalnya program aplikasi, sampai pada tingkat yang rendah, seperti pada instruksi yang dijalankan oleh microprocessor.


Ø  Pengenalan Pipeline.

Prosesor Pipeline yang berputar adalah prosesor baru untuk arsitektur superscalar komputasi. Ini didasarkan pada cara yang mudah dan pipeline yang biasa, struktur yang dapat mendukung beberapa ALU untuk lebih efisien dalam pengiriman dari bagian beberapa instruksi. Daftar nilai arus yang berputar di sekitar pipa, dibuat oleh dependensi data lokal. Selama operasi normal, kontrol sirkuit tidak berada pada jalur yang kritis dan kinerja hanya dibatasi oleh data harga. Operasi mengalir dengan interval waktu sendiri. Ide utama dari Pipeline Prosesor yang berputar adalah circular uni-arah mengalir dari memori register oleh pusat waktu logika dan proses secara parallel dari operasi ALU.

Struktur lain yang menggunakan penyelesaian deteksi atau selain penundaan yang tepat dari pengaturan waktu pusat tetapi karena masalah waktu yang Syncronization, Pipelines memaksakan sebuah penurunan kinerja. Misalnya counterflow pipeline prosesor yang dirancang sekitar dua arah, pipa membawa petunjuk dan argumen dalam satu arah dan hasil yang lainnya b ini dapat menyebabkan Syncronization masalah antara prosesor.

Pipeline yang berputar menghindari masalah yang hanya melewati data dalam satu arah. Pada prinsipnya, prosesor dari register terus beredar di sekitar cincin yang berhubungan dengan berbagai fungsi ALU, akses memori dan sebagainya .ada tiap tahap, nilai-nilai yang memeriksa dan disampaikan, kemungkinan setelah perubahan, tidak signifikan dengan pengeluaran tambahan untuk sinkronisasi. Dispatched adalah instruksi dari pusat ke fungsi unit yang memungkinkan beberapa masalah instruksi .

Ø Instruksi pipeline

Tahapan pipeline :


1.      Mengambil instruksi dan membuffferkannya

2.      Ketika tahapan kedua bebas tahapan pertama mengirimkan instruksi yang dibufferkan tersebut .

3.      Pada saat tahapan kedua sedang mengeksekusi instruksi, tahapan pertama memanfaatkan siklus memori yang tidak dipakai untuk mengambil dan membuffferkan instruksi berikutnya .


Instuksi pipeline:


Karena untuk setiap tahap pengerjaan instruksi, komponen yang bekerja berbeda, maka dimungkinkan untuk mengisi kekosongan kerja di komponen tersebut.Sebagai contoh :


Instruksi 1: ADD  AX, AX

Instruksi 2: ADD EX, CX


Setelah CU menjemput instruksi 1 dari memori (IF), CU akan menerjemahkan instruksi tersebut(ID). Pada menerjemahkan instruksi  1 tersebut, komponen IF tidak bekerja. Adanya teknologi pipeline menyebabkan IF akan menjemput instruksi 2 pada saat ID menerjemahkan instruksi 1. Demikian seterusnya pada saat CU menjalankan instruksi 1 (EX), instruksi 2 diterjemahkan (ID).


Ø  Keuntungan pipelining .


1.      Waktu siklus prosesor berkurang, sehingga meningkatkan tingkat instruksi dalam kebanyakan kasus( lebih cepat selesai).


2.      Beberapa combinational sirkuit seperti penambah atau pengganda dapat dibuat lebih cepat dengan menambahkan lebih banyak sirkuit. Jika pipelining digunakan sebagai pengganti, hal itu dapat menghemat sirkuit & combinational yang lebih kompleks.


3.      Pemrosesan dapat dilakukan lebih cepat, dikarenakan beberapa proses dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu.


Ø  Kerugian pipeline .


1.      Pipelined prosesor menjalankan beberapa instruksi pada satu waktu. Jika ada beberapa cabang yang mengalami penundaan cabang (penundaan memproses data) dan akibatnya proses yang dilakukan cenderung lebih lama.


2.      Instruksi latency di non-pipelined prosesor sedikit lebih rendah daripada dalam pipelined setara. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa intruksi ekstra harus ditambahkan ke jalur data dari prosesor pipeline.


3.      Kinerja prosesor di pipeline jauh lebih sulit untuk meramalkan dan dapat bervariasi lebih luas di antara program yang berbeda.


4.      Karena beberapa instruksi diproses secara bersamaan ada kemungkinan instruksi tersebut sama-sama memerlukan resource yang sama, sehingga diperlukan adanya pengaturan yang tepat agar proses tetap berjalan dengan benar.


5.      Sedangkan ketergantungan terhadap data, bisa muncul, misalnya instruksi yang berurutan memerlukan data dari instruksi yang sebelumnya.


6.      Kasus Jump, juga perlu perhatian, karena ketika sebuah instruksi meminta untuk melompat ke suatu lokasi memori tertentu, akan terjadi perubahan program counter, sedangkan instruksi yang sedang berada dalam salah satu tahap proses yang berikutnya mungkin tidak mengharapkan terjadinya perubahan program counter.


2. PROSESOR VEKTOR PIPELINING.


Sebuah prosesor vektor atau prosesor array, adalah unit pemrosesan sentral (CPU) yang mengimplementasikan set instruksi berisi instruksi yang beroperasi pada satu dimensi array data yang disebut vektor. Hal ini kontras dengan prosesor skalar , yang instruksi beroperasi pada item data tunggal. Meskipun prosesor Intel dan klon mereka desain awalnya sebagai skalar, model baru berisi peningkatan jumlah vektor instruksi khusus seperti yang disediakan oleh Ekstensi Vector Lanjutan ditetapkan. Prosesor vektor pertama kali muncul pada 1970-an, dan membentuk dasar dari yang palingsuperkomputer di tahun 1980 dan 1990-an. Perbaikan dalam prosesor skalar, terutamamikroprosesor , mengakibatkan penurunan prosesor vektor tradisional di superkomputer, dan munculnya teknik pengolahan vektor di CPU pasar massal sekitar awal 1990-an. Hari ini, CPU komoditas yang paling mengimplementasikan arsitektur yang menampilkan instruksi untuk beberapa pemrosesan vektor pada beberapa (vektoralisasi) set data, biasanya dikenal sebagai SIMD (S Ingle saya nstruction, M ultiple D ata). Teknik pemrosesan vektor juga ditemukan di konsol video game hardware danakselerator grafis . Pada tahun 2000, IBM , Toshiba dan Sony berkolaborasi untuk menciptakan prosesor Cell , yang terdiri dari satu prosesor skalar dan delapan prosesor vektor, yang ditemukan digunakan dalam Sony PlayStation 3 di antara aplikasi lain.Desain CPU lain mungkin termasuk beberapa instruksi untuk pemrosesan vektor pada beberapa (vectorised) set data, biasanya dikenal sebagai MIMD (M ultiple saya nstruction, M ultiple D ata). Desain seperti biasanya didedikasikan untuk aplikasi tertentu dan tidak umum dipasarkan untuk komputasi tujuan umum .


3. REDUCE INSTRUCTION SET COMPUTER (RISC) .


Kata “reduced” berarti pengurangan pada set instruksi. RISC merupakan rancangan arsitektur CPU yang mengembil dasar filosofi bahwa prosesor dibuat dengan arsitektur yang tidak rumit dengan membatasi jumlah instruksi hanya pada instruksi dasar yang diperlukan saja. Dengan kata lain RISC adalah arsitektur komputer dengan kumpulan perintah (instruksi) yang sederhana, tetapi dalam kesederhanaan tersebut didapatkan kecepatan operasi setiap siklus instruksinya. Kebanyakan pada proses RISC , instruksi operasi dasar aritmatik hanya penjumlahan dan pengurangan, untuk perkalian dan pembagian sudah dianggap operasi ang kompleks. RISC menyederhanakan rumusan perintah sehingga lebih efisien dalam penyusunan kompiler yang pada akhirnya dapat memaksimumkan kinerja program yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi.

Ada beberapa elemen penting dalam arsitektur RISC, yaitu :

Ø  Set instruksi yang terbatas dan sederhana

Ø  Register general-purpose yang berjumlah banyak, atau pengguanaan teknologi kompiler untuk mengoptimalkan pemakaian regsiternya.

Ø  Penekanan pada pengoptimalan pipeline instruksi.


Ciri-ciri karakteristik RISC :

Ø  Instruksi berukuran tunggal.

Ø  Ukuran yang umum adalah 4 byte.

Ø  Jumlah mode pengalamatan data yang sedikit, biasanya kurang dari lima buah.

Ø  Tidak terdapat pengalamatan tak langsung.

Ø  Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmatika .



Ada tiga buah elemen yang menentukan karakter arsitektur RISC, yaitu: 
 Penggunaan register dalam jumlah yang besar. Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pereferensian operand.
 Diperlukan perhatian bagi perancangan pipeline instruksi. Karena tingginya proporsi instruksi pencabangan bersyarat dan prosedur call, pipeline instruksi yang bersifat langsung dan ringkas akan menjadi tidak efisien. 
 Terdapat set instruksi yang disederhanakan (dikurangi).

Perkembangan RISC
Pada tahun 1980, John Cocke di IBM menghasilkan minikomputer eksperimental, yaitu IBM 801 dengan prosesor komersial pertama yang menggunakan RISC. Pada tahun itu juga, Kelompok Barkeley yang dipimpin David Patterson mulai meneliti rancangan RISC dengan menghasilkan RISC-1 dan RISC-2.


Pemakai Teknik RISC
 IBM dengan Intel Inside-nya.
 Prosessor PowerPC, prosessor buatan motorola yang menjadi otak utama komputer Apple Macintosh.

Konsep Arsitektur RISC
Konsep arsitektur RISC banyak menerapkan proses eksekusi pipeline. Meskipun jumlah perintah tunggal yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang diberikan mungkin lebih besar, eksekusi secara pipeline memerlukan waktu yang lebih singkat daripada waktu untuk melakukan pekerjaan yang sama dengan menggunakan perintah yang lebih rumit. RISC memerlukan memori yang lebih besar untuk mengakomodasi program yang lebih besar. Dengan mengoptimalkan penggunaan memori register diharapkan siklus operasi semakin cepat.


RISC vs CISC
Dari segi kecepatannya, Reduced Instruction Set Computer (RISC) lebih cepat dibandingkan dengan Complex Instruction Set Computer (CISC). Ini dikarenakan selain instruksi-instruksi pada RISC lebih mudah untuk diproses, RISC menyederhanakan instruksi . Jumlah instruksi yang dimiliki oleh prosesor RISC kebanyakan berjumlah puluhan (±30-70), contoh: COP8 buatan National
 Semiconductor memiliki 58 instruksi; sedangkan untuk prosesor CISC jumlahnya sudah dalam ratusan (±100 atau lebih). 
CISC dirancang untuk meminimumkan jumlah perintah yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan (Jumlah perintah sedikit tetapi rumit). Konsep CISC menjadikan mesin mudah untuk diprogram dalam bahasa rakitan, tetapi konsep ini menyulitkan dalam penyusunan kompiler bahasa pemrograman tingkat tinggi. Dalam CISC banyak terdapat perintah bahasa mesin. 

Eksekusi Instruksi RISC
Waktu eksekusi dapat dirumuskan dengan: 
Waktu eksekusi = N x S x T 
Dengan: N adalah jumlah perintah 
S adalah jumlah rata-rata langkah per perintah 
T adalah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan satu langkah 
• Kecepatan eksekusi dapat ditingkatkan dengan menurunkan nilai dari ketiga varisbel di atas.

• Arsitektur CISC berusaha menurunkan nilai N (jumlah perintah), sedangkan 
• Arsitektur RISC berusaha menurunkan nilai S dan T.
• Proses pipeline dapat digunakan untuk membuat nilai efektif S mendekati 1 (satu) artinya komputer menyelesaikan satu perintah dalam satu siklus waktu CPU. 
• Nilai T dapat diturunkan dengan merancang perintah yang sederhana.

Ø  KESIMPULAN. 

Prosessor dengan arsitektur RISC, yang berkembang dari riset akademis telah menjadi prosessor komersial yang terbukti mampu beroperasi lebih cepat dan efisien. Bila teknik rancangan RISC maupun CISC terus dikembangkan maka pengguna komputer tidak perlu lagi mempedulikan prosessor apa yang ada di dalam sistem komputernya, selama prosessor tersebut dapat menjalankan sistem operasi ataupun program aplikasi yang diinginkan secara cepat dan efisien.

Perbedaan RISCH dan CISC

A. CISC ( Complex Instruction Set Computing )
          Complex Instruction Set Computing (CISC) atau kumpulan instruksi komputasi kompleks. Adalah suatu arsitektur komputer dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memori (load), operasi aritmatika, dan penyimpanan ke dalam memori (store) yang saling bekerja sama.
Tujuan utama dari arsitektur CISC adalah melaksanakan suatu instruksi cukup dengan beberapa baris bahasa mesin yang relatif pendek sehingga implikasinya hanya sedikit saja RAM yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi tersebut. Arsitektur CISC menekankan pada perangkat keras karena filosofi dari arsitektur CISC yaitu bagaimana memindahkan kerumitan perangkat lunak ke dalam perangkat keras.
Karakteristik CISC
  • Sarat informasi memberikan keuntungan di mana ukuran program-program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memory akan semakin berkurang. Karena CISC inilah biaya pembuatan komputer pada saat itu (tahun 1960) menjadi jauh lebih hemat
  • Dimaksudkan untuk meminimumkan jumlah perintah yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan. (Jumlah perintah sedikit tetapi rumit) Konsep CISC menjadikan mesin mudah untuk diprogram dalam bahasa rakitan
Ciri-ciri
  • Jumlah instruksi banyak
  • Banyak terdapat perintah bahasa mesin
  • Instruksi lebih kompleks
Pengaplikasian CISC yaitu pada AMD dan Intel

B. RISC (Reduced Instruction Set Computer)
          RISC singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Merupakan bagian dari arsitektur mikroprosessor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk negeset istruksi dalam komunikasi diantara arsitektur yang lainnya.
Sejarah RISC
            Proyek RISC pertama dibuat oleh IBM, stanford dan UC –Berkeley pada akhir tahun 70 dan awal tahun 80an. IBM 801, Stanford MIPS, dan Barkeley RISC 1 dan 2 dibuat dengan konsep yang sama sehingga dikenal sebagai RISC. 
RISC mempunyai karakteristik :
• one cycle execution time : satu putaran eksekusi. Prosessor    RISC mempunyai CPI (clock per instruction)
atau waktu per instruksi untuk setiap putaran. Hal ini dimaksud untuk mengoptimalkan setiap instruksi pada
CPU.
• pipelining:adalah sebuah teknik yang memungkinkan dapat melakukan eksekusi secara simultan.Sehingga proses instruksi lebih     efiisien
• large number of registers: Jumlah register yang sangat banyak. RISC di Desain dimaksudkan untuk dapat menampung jumlah register yang sangat banyak untuk mengantisipasi agar tidak terjadi interaksi yang berlebih dengan memory.
    

Ciri-ciri
  • Instruksi berukuran tunggal
  • Ukuran yang umum adalah 4 byte
  • Jumlah pengalamatan data sedikit,
  • Tidak terdapat pengalamatan tak langsung
  • Tidak terdapat operasi yang menggabungkan operasi load/store dengan operasi aritmatika
  • Tidak terdapat lebih dari satu operand beralamat memori per instruksi
  • Tidak mendukung perataan sembarang bagi data untuk operasi load/ store.
  • Jumlah maksimum pemakaian memori manajemen bagi suatu alamat data adalah sebuah instruksi .
Pengaplikasian RISC yaitu pada CPU Apple
Perbedaan RISC dengan CISC dilihat dari segi instruksinya :
RISC ( Reduced Instruction Set Computer )
- Menekankan pada perangkat lunak, dengan sedikit transistor
- Instruksi sederhana bahkan single
- Load / Store atau memory ke memory bekerja terpisah
- Ukuran kode besar dan kecapatan lebih tinggi
- Transistor didalamnya lebih untuk meregister memori
CISC ( Complex Instruction Set Computer )
- Lebih menekankan pada perangkat keras, sesuai dengan takdirnya untuk pragramer.
- Memiliki instruksi komplek. Load / Store atau Memori ke Memori bekerjasama
- Memiliki ukuran kode yang kecil dan kecepatan yang rendah.
- Transistor di dalamnya digunakan untuk menyimpan instruksi – instruksi bersifat komplek

Rabu, 03 Desember 2014

PANCASILA SEBAGAI KEPRIBADIAN BANGSA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

            “Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara kita, Negara Republik Indonesia. Istilah pancasila telah dikenal sejak zaman majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku sutasoma karangan Mpu Tantular”[1]. Pancasila ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Rumusan pancasila yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 adalah :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

            Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberikan kekuatan hidup terhadap bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir batin yang makin baik, dalam masyarakat indonesia yang adil dan makmur. Bahwasannya Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenarannya , sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.
            Menyadari bahwa untuk kelestarian dan kemampuan pancasila itu, perlu diusahakan secara nyata dan terus menerus penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

            “Menurut Dewan Perancang Nasional (Depernas) Kepribadian Indonesia ialah : keseluruhan ciri-ciri khas bangsa indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari pada garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia itu ditentukan oleh kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat, lingkungan dan suasana waktu sepanjang masa.”[2]
            Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu kala bergaul dengan berbagai peradaban dan kebudayaan bangsa lain (Hindu, Cina, Portugis, Spanyol, Belanda dan lain-lain), namun kepribadian bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang. Mungkin disana-sini, misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat kota, kepribadian itu dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing, namun pada dasarnya bangsa Indonesia tetap hidup dalam kepribadian sendiri. Bangsa Indonesia secara jelas dapat dibedakan dari bangsa-bangsa lain.
            Bangsa Indonesia menetapkan pancasila sebagai azas. Maka, seluruh prilaku, sikap dan kepribadian adalah pelaksanaan dari nilai-nilai Pancasila. Prilaku, sikap dan kepribadian yang tidak sesuai dengan Pancasila berarti bukan bukan prilaku, sikap dan kepribadian masyarakat Indonesia. Penetapan Pancasila sebagai azas selayaknya didukung oleh masyarakat Indonesia dengan menampilkan jatidirinya yang khas, yaitu identitas bangsa. Manakala masyarakat tidak menampilkan identitas ini sesungguhnya berarti pancasila tidak dilaksanakan dalam berkehidupan di masyarakat.

2.2 Sila-Sila Yang Menjelaskan Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa  Indonesia  
           
            Apabila kita perhatikan tiap sila dari pancasila, maka akan tampak jelas bahwa tiap sila tersebut adalah pencerminan daripada kepribadian bangsa Indonesia.

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
            “Sejak jaman purbakala orang Indonesia mengetahui dan percaya tentang ADA yang mutlak sebagai maha pencipta, yang disebut: Tuhan. Setelah ajaran agama-agama Hindu, Islam dan Kristen masuk di Indonesia, maka makin nyatalah garis-garis kepercayaan bangsa Indonesia kepada Tuhan dan secara ikhlas berbakti kepada Nya, mentaati hukum Nya”.[3] Apabila kita memperhatikan perikehidupan bangsa kita seluruh tanah air, maka tampaklah hal-hal yang berikut:
1.) Adalah suatu kebiasaan bangsa indonesia untuk menyelanggarakan suatu pekerjaan/usaha bersama-sama, bentu-membantu dengan rela ikhlastanpa menuntut upah. Setiap orang membantu sesamanya, berkat hikmat kebaktian kepada Tuhan.
2.) Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang ramah-tamah dilingkungan keluarga, terhadap tamu, teristimewa terhadap bangsa asing. Sifat ramah-tamah, menghargai sesama manusia, adalah sesuai dengan ajaran agama.
3.) Tindakan sosial seperti menolong fakir miskin, memberi makan dan tempat tinggal kepada musafir akan dijumpai dimana-mana di Indonesia.
4.) Suatu hal yang menarik perhatian adalah sifat toleransi bangsa Indonesia. Ajaran agama, bahwa semua manusia adalah makhluk Tuhan dan harus saling harga mengahargai, telah membawa ketentraman dalam hubungan antara agama-agama yang hidup di Indonesia.
            Tiap agama yang berkembang dengan leluasa di Indonesia, para penganutnya hidup berdampingan sebagai anggota-anggota yang sama dalam masyarakat dan sebagai warga yang sama pula dari bangsa Indonesia. Oleh sebab itu antara umat beragama harus saling menghormati antara satu dengan yang lainnya agar tidak terjadi perpecahan satu dengan yang lainnya, dan karena toleransi adalah sifat dari bangsa Indonesia maka sifat saling menghormati adalah yang wajib ada dalam diri bangsa Indonesia.

b. Sial Prikemanusiaan (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab)
            “Kemanusiaan yang adil dan beradab atau dasar prikamanusiaan disebut juga Internasionalisme. Menurut Depernas prikemanusiaan itu adalah: “daya serta karya budi dan hati nurani untuk membangun dan membentuk kesatuan diantara sesamanya, tidak terbatas pada manusia sesamanya yang terdekat saja, melainkan juga meliputi seluruh umat manusia”. Sifat, sikap dan perbuatan bangsa indonesia senantiasa memperlihatkan unsur-unsur prikemanusiaan”.[4]
            Prikemanusiaan atau Internasionalisme itu adalah dasar hidup bagi bangsa Indonesia untuk turut membantu memajukan umat manusia dan mencapai cita-cita kebahagiaan bagi seluruh dunia. Sikap menolong terhadap sesama adalah yang terkandung dalam sila prikemanusiaan ini, sebab itulah bangsa Indonesia di kenal dengan sikap saling tolong menolongnya terhadap sesama dan tanpa pamrih.

c. Sila Persatuan (Kebangsaan) Indonesia
            “Adalah suatu sifat bangsa Indonesia untuk bekerja bersama-sama secara gotong royong. Kalau di Jawa ada gugur gunung, maka di Palembang ada sikoruban, di Minahasa ada mapalus dan di Bali ada suatu sistem kerjasama yang sangat maju, yakni subak yang mengurus perairan sawah untuk keperluan bersama”.[5]
            Dari contoh-contoh diatas jelaslah bahwa bangsa Indonesia menginsyafi pentingnya persatuan untuk menghadapi pekerjaan yang sehebat-hebatnya guna kepentingan bersama. Semangat persatuan itu diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang meliputi pula keagamaan yakni dalam bentuk gotong royong.
            Toleransi bangsa Indonesia telah memungkinkan berbagai agama dengan leluasa tanpa mengganggu kehidupan bersama dalam masyarakat. Di kepulauan nusantara hidup rakyat Indonesia dalam berbagai suku, yang pada umumnya dalam masyarakat hidup menurut adat istiadatnya sendiri-sendiri. Akan tetapi dalam berbagai ragam cara hidup itu tampak peradaban yang mempunyai taraf tertentu dan bercorak ke Indonesiaan.

d.  Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Pemusyawaratan Perwakilan
                        “Sifat kerakyatan yang hidup dalam masyarakat Indonesia sejak dahulu kala berbeda dari pengertian demokrasi modern. Demokrasi modern dengan cara-caranya yang lazim dipraktekkan di negara-negara barat kerapkali menimbulkan pertentangan dan ketegangangan. Perdebatan yang dilakukan keras dan tajam, siasat-siasat untuk menarik, mengumpulkan suara, menampakkan usaha-usaha untuk mengadu kekuatan guna mencapai kemenangan. Pada hakekatnya yang mwnjadi tujuan adalah: merebut kekuasaan. Sistim stem-steman yang menentukan suara yang terbanyak mutlak, yakni separoh dari jumlah suara ditambah 1, membuka kemungkinan untuk menjalankan siasat guna mempengaruhi hasil steman itu. Disini bukanlah keyakinan akan kebenaran dan kepentingan umum yang menjadi pegangan, tetapi kepentingan golongan atau perorangan yang dapat mempengaruhi jalan perundingan”.[6]
                        Sifat kerakyatan Indonesia adalah demokrasi yang berdasarkan kekeluargaan dalam arti yang luas. Pembicaraan senantiasa diliputi oleh suasana persaudaraan, hormat menghormati dan memberikan perhatian sepenuhnya kepada kepentingan umum. Kerakyatan Indonesia adalah demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Unsur pokok dari pada kerakyatan Indonesia adalah: perwakilan, permusyawaratan dan mufakat.

e. Sila Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
                        “Dalam kenyataan tata kehidupan dan penghidupan manusia keadilan sekurang-kurangnya tampak dalam 3 macam perwujudan yakni: Keadilan Sosial, keadilan Tukar-menukar dan Keadilan Membagi. Keadilan sosial adalah cipta, rasa, karsa dan karya manusia untuk memberikan dan melaksanakan sesuatu yang memajukan kemakmuran serta kesejahteraan bersama”.[7]
                        Sejak dahulu kala bangsa Indonesia suka memperhatikan penderitaan dan ketidakadilan yang timbul di sekitarnya. Pada umumnya dalam keadaan demikian orang Indonesia tidak segan-segan untuk mengulurkan tangan dan memberikan pertolongan sekedarnya. Pada dasarnya jiwa bangsa Indonesia menghendaki kehidupan yang layak, maka dari itu suatu kepribadian Indonesia yakni keadilan sosial yang menuju kepada cita-cita: sama rata sama rasa.    
                                   
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pancasila sebagai kepribadian bangsa erat kaitanya dengan kehidupan sehari hari masyarakat yang di kenal dengan keramahaan, kesopananya, kemajemukan, suku budayanya yang merupakan manifiestasi dalam pandangan hidup bangsa. Bahkan sejak sebelum berdirinya bangsa Indonesia, nilai- nilai yang terkandung di dalam pancasila sudah melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia .
Di dalam pancasila tersebut banyak mengandung makna – makna yang sanga erat kaitannya dengan keragaman budaya, adat istiadat, religius bangsa seperti masyakarat yang merupkan kepribadian bangsa yaitu adanya pengakuan atas tuhan, dalam menyelesaikan suatu masalah selalu bermusyawarah untuk mencpai kata mufakat, saling hormat–menghormati orang lain, meletakan kepentingan golongan di atas kepentingan pribadi, serta selalu bersikap adil untuk mencapai tujuan bersama.
Kemudian dari situlah Pancasila dibentuk dengan menggali nilai -nilai luhur bangsa Indonesia sendiri yang telah tertanam dalam kehidupan masyarakat Indonesia, yang jelas berbeda jauh dengan nilai- nilai Ideologi bangsa lain. Dengan ditetapkannya Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, kita sebagai warga Negara Indonesia yang juga telah menganut nilai-nilai pancasila harus mempertahankan nilai-nilai tersebut di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3.2 Saran

            Selain Pancasila sebagai dasar negara Indonesia kita juga harus menyadari bahwa Pancasila juga sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Maka dari itu setiap warga negara Indonesia harus menjunjung tinggi harkat dan martabat Pancasila tersebut dan juga mengamalkan sila-sila yang terkandung di dalam Pancasila dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab. Agar Pancasila bukan hanya sekedar coretan tinta belaka tanpa makna. 



[1] http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/05/pembahasan-pancasila-sebagai-dasar-negara/
[2] Kansil ST, Pendidikan Moral Pancasila, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1977, hlm. 132
[3] Kansil ST, Pendidikan Moral Pancasila, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1977, hlm. 132
[4] Kansil ST, Pendidikan Moral Pancasila, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1977, hlm. 133

[5] Kansil ST, Pendidikan Moral Pancasila, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1977, hlm. 134
[6] Kansil ST, Pendidikan Moral Pancasila, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1977, hlm. 135

[7]Kansil ST, Pendidikan Moral Pancasila, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1977, hlm. 136